CARA PEMUPUKAN DAN PERLAKUAN JARAK TANAM PADA TANAMAN SORGHUM MANIS (Sorghum bicolor L. Moench)
PENDAHULUAN
Tanaman sorgum (Sorghum
bicolor L. Moench)
adalah tanaman sejenis biji-bijian atau serealia yang berasal dari negara
Afrika. Tanaman ini sudah lama dikenal
sebagai penghasil pangan dan dibudidayakan di daerah kering seperti di
Afrika. Dari benua Afrika kemudian menyebar luas ke daerah tropis dan subtropis
termasuk di Indonesia. Biji sorgum mempunyai kualitas nutrisi sebanding dengan
jagung dan beras, bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi, namun kandungan
lemaknya lebih rendah. Oleh karena itu, sorgum dimanfaatkan sebagai penyangga
pangan penduduk di lebih 30 negara. Selain sebagai bahan pangan, biji sorgum
juga digunakan sebagai bahan baku industri pangan seperti gula, monosodium glutamate,
asam amino, minuman, dan hijauannya digunakan sebagai pakan ternak.
Karakteristik Tanaman Sorgum biji sorgum memiliki iri fisik
berbentuk bulat dan ujungnya mengerucut. Tinggi rata-rata tanaman
sorgum mencapai 2,6 meter – 4 meter. Pohon dan daunnya sangat mirip dengan
jagung. Tidak berkambium. Daun sorgum memiliki bentuk lurus
memanjang. Satu pohon sorgum mempunyai satu tangkai buah yang memiliki
beberapa cabang buah. Tanaman sorgum termasuk tanaman semusim yang mudah
dibudidayakan dan mempunyai kemampuan adaptasi yang luas. Tanaman sorgum dapat
tumbuh dengan suhu 27 – 32 derajat Celcius. Tanaman sorgum dibudidayakan
pada ketinggian 0 – 700 meter di atas permukaan laut. Kelembaban relatif yang
dibutuhkan tanaman sorgum adalah 20 – 40%.
pH tanah yang baik untuk pertumbuhan
tanaman sorgum adalah 5,5 – 7,5. Curah hujan 50-100 mm per bulan pada
2,0-2,5 bulan sejak tanam, diikuti dengan periode kering, merupakan curah hujan
yang ideal untuk keberhasilan produksi sorgum.
TEKNIK BUDIDAYA
(PEMUPUKAN DAN PENGATURAN JARAK TANAM)
A.
Pemupukan pada tanaman sorghum manis (Sorghum bicolor
L. Moench)
Keberhasilan
dibidang pertanian dalam budidaya tanaman dapat ditentukan oleh berbagai macam
faktor. Salah satu faktor penentu keberhasilan tersebut adalah pada faktor
pemupukan. Pemupukan tanaman adalah proses pemberian Hara tambahan pada tanaman
baik itu unsur hara makro maupun mikro, dalam bentuk cair maupun padat, dengan
tujuan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Namun tata cara pemupukan
yang baik dan benar juga perlu dilakukan, agar proses pemupukan menjadi lebih
tepat. Berikut cara pemupukan yang tepat dengan 5 Tepat, yaitu Tepat jenis,
Tepat dosis, Tepat waktu, Tepat tempat, dan Tepat cara adalah sebagai berikut :
1.
Tepat jenis
Tepat jenis yaitu pada saat
pemupukan haruslah tepat dalam menentukan jenis pupuk apa yang dibutuhkan oleh
tanaman. Unsur Urea jika tanaman kekurangan unsur N, SP 36 jika tanaman
kekurangan unsur P. Jika pupuk yang digunakan salah, tanaman yang kita pupuk
tidak akan bagus.
2.
Tepat dosis
Tepat dosis
yaitu pada saat pemupukan dosis yang diberikan harus tepat atau sesuai dengan
kebutuhan tanaman. Tepat dosis disini dimaksudkan agar dosis yang kita berikan
ke tanaman tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit jika pemberian pupuk
sedikit tanaman masih kekurangan unsur yang dibutuhkan, terlalu banyak tentu
tanaman akan over dosis dan bisa menjadi toksic.
3.
Tepat waktu
Tepat waktu disini yaitu pada
saat pemberian pupuk yang baik dan benar hendaknya disesuaikan kapan tanaman
tersebut membutuhkan asupan lebih unsur hara atau pada waktu yang tepat. Hal
ini agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal
4.
Tepat tempat
Tepat tempat maksudnya pada
saat pemupukan harus memperhatikan tempat atau lokasi tanaman sehingga dapat
mengaplikasikan pemupukan secara tepat. Misal lokasi pemupukan berada pada
ketinggian dan kecepatan angin besar, maka tidak disarankan menggunakan pupuk
yang berbentuk cair dan disemprotkan. Pemupukan juga memperhatikan cara
peletakan pupuk pada tanaman. Hal ini mempengaruhi hasil penyerapan tanaman
akan asupan pupuk .
5.
Tepat cara
Tepat cara yaitu pada saat
pemupukan cara kita harus benar. Cara pemberian pupuk yang salah akan membuat
pupuk terbuang sia-sia ataupun tercuci oleh air dan terdenitrifikasi sehingga
tidak dapat diserap atau ditangkap langsung oleh tanaman. Untuk itu cara
pemupukan harus benar dan tepat sasaran.
Dari kelima
tepat tadi jika kita laksanakan dengan benar dan sesuai petunjuk akan
mendapatkan tanaman yang sehat sesuai dengan umur dan hasil yang diharapakan
dan dengan melaksanakan atau mengunakan lima tepat di setiap sarana pertanian baik teknologi mekanisnya
dan teknologi budidayanya akan mendapat hasil yang optimal dan produksi yang
diinginkan. Berdasarkan hal tersebut, dalam kaitannya dengan tanaman sorgum
dapat diaplikasikan dengan metode pemupukan seperti dibawah ini :
Dasar
Penentuan Kebutuhan Pupuk
Kebutuhan
pupuk didasarkan atas :
Jumlah hara
yang terangkut bersama panen
Cadangan hara
yang ada di dalam tanah
Tanda
kekurangan unsur hara pada tanaman.
Penentuan
kebutuhan pupuk berdasarkan cadangan hara di dalam tanah memerlukan analisis
tanah di laboratorium. Penentuan
kebutuhan pupuk berdasarkan tanda kekurangan hara yang diperlihatkan tanaman,
memerlukan keahlian dan pengalaman khusus. Kadang kadang gejala kekurangan
antara unsur yang satu dengan lainnya sulit dibedakan dan gejala tersebut tidak
menggambarkan beberapa jumlah pupuk yang harus diberikan.
Penentuan
kebutuhan pupuk berdasarkan perkiraan jumlah hara yang terangkut bersama panen
merupakan cara yang paling sederhana dan mudah.
Setiap jenis
tanaman mengandung unsur hara yang berbeda.
Tabel 1 memberikan kandungan unsur N, P, dan K (kg) di dalam satu ton
hasil panen berbagai tanaman. Apabila
hasil panen jagung dalam 1 ha adalah 3 ton, maka hasil panen tersebut
mengandung 48 kg N; 8,4 kg P dan 12 kg K.
Unsur hara yang terbawa panen ini perlu dikembalikan ke dalam tanah
melalui pemupukan supaya kesuburan tanah tetap terjaga dan produksi tanaman
dapat dipertahankan.
Tabel 1. Kandungan Hara N, P dan K (kg) di dalam 1
ton hasil panen.
Tanaman
Hara Terbawa
Panen (kg)
N
P
K
Padi Varietas
Unggul
15,0
2,7
3,7
Padi Lokal
15,0
2,5
2,5
Jagung
16,0
2,8
4,0
Kacang Tanah
32,0
3,2
4,8
Singkong
1,7
0,5
2,5
Ubi Jalar
3,7
0,5
5,2
Kentang
2,7
0,3
3,6
Wortel
3,0
0,5
3,8
Bawang
1,6
0,3
1,7
Tomat
3,3
0,4
4,2
Pisang
2,4
0,3
5,6
Jeruk
1,8
0,2
2,5
Rumput
30,
3,7
33,2
PUPUK BUATAN
Jika pemupukan menggunakan pupuk buatan,
seperti Urea, SP-36 dan KCl, maka jumlah pupuk yang diperlukan untuk
menggantikan 48 Kg N; 8,4 kg P dan 12 kg K yang terangkut bersama 3 ton/ha
panen jagung adalah (Lihat Tabel 2).
Urea = 100/46 x 48 kg/ha = 104 kg/ha
SP36 = 100/16 x 8,4 kg/ha = 53 kg/ha
KCl = 100/52
x 12 kg/ha = 23 kg/ha
Akan tetapi zat hara di dalam tanah tidak
semuanya dapat digunakan oleh tanaman.
Sebagian akan hilang karena penguapan (N), pencucian ke lapisan tanah
yang lebih dalam sehingga tidak terjangkau oleh akar (N, K), terikat oleh
mineral liat tanah (P, K) atau hanyut karena tererosi (N, P, K). Oleh karena itu pemberian pupuk sebaiknya 1,5
sampai 2 kali jumlah hara yang hilang bersama panen. Jadi urea, SP 36 dan KCl
yang diperlukan untuk penanaman jagung dengan perkiraan hasil 3 ton/ha kurang
lebih :
Urea = 150 sampai 200 kg/ha
SP36 = 75
sampai 100 kg/ha.
Tabel 2.
Kandungan Unsur dan Oksida di dalam 100 kg Pupuk.
Pupuk
Unsur
Oksida
Urea
46 kg N
-
TSP
20 kg P
46 kg P2O5
SP36
16 kg P
36 g P2O5
KCl
52 kg K
63kg K20
Bagaimana Cara Penentuan Kebutuhan Pupuk untuk
Tanaman Kacang Kacangan ?
Dari Tabel 1
terlihat bahwa polong kacang tanah dan hijauan kacang kacangan seperti lamtoro
dan benguk, mengandung N yang sangat tinggi sehingga N yang terbawa panen juga
tinggi. Tetapi tanaman kacang kacangan
(kacang tanah, kedelai, lamtoro), melalui kerjasama (symbiose) dengan bakteri
Rhyzobium sanggup mengikat N dari udara.
Dengan demikian pemupukan N untuk tanaman kacang kacangan sangat rendah
(hanya sekitar 30 kg urea/ha pada waktu tanam).
Kebutuhan P dan K kacang kacangan ditentukan dengan cara yang sama
seperti pada penentuan kebutuhan pupuk tanaman lainnya.
Pupuk Kandang
Pupuk kandang
mempunyai kandungan unsur hara yang sangat bervariasi tergantung pada waktu dan
cara penyimpanannya, jenis hewan, dan kesehatan hewan. Selain dapat menyediakan unsur hara bagi
tanaman, pupuk kandang juga membantu memperbaiki struktur tanah dan aktifitas
hewan dan mikroba tanah. Tabel 3
memberikan kandungan rata rata unsur hara beberapa jenis pupuk kandang.
Tabel 3. Kandungan Unsur Hara di dalam 1 ton Pupuk
Kandang
Pupuk Kandang
Kandang
(kg/ton)
N
P
K
Ca
Sapi
5
2
5
3
Kambing
8
7
15
8
Domba
10
7
15
17
Babi
9
3
6
12
Ayam
15
5
6
23
Berdasarkan
Tabel 3, bila seorang petani menggunakan 4 ton pupuk kandang sapi per hektar,
berarti menambahkan 20 kg N, 8 kg P, dan 20 kg K. Jadi dengan menambahkan 4 ton/ha pupuk
kandang sapi, maka petani tersebut dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan sebanyak
:
Urea =
100/46 x 20 kg/ha = 43 kg/ha
SP36 =
100/16 x 8 kg/ha = 50 kg/ha
KCl =
100/52 x 20 kg/ha = 38 kg/ha
Dengan demikian, kalau seharusnya pupuk buatan
diberikan sebanyak :
Urea
= 150 kg/ha
SP36 = 75
kg/ha
KCl =
30 kg/ha
Maka dengan pemberian 4 ton/ha pupuk kandang
(kotoran sapi), pemberian pupuk buatan dapat dikurangi menjadi :
Urea =
(150-43) kg/ha = 107 kg/ha
SP36 =
(75-50) kg/ha = 25 kg/ha
KCl =
(30-38) kg/ha = 0 tidak perlu pemberian KCl
Sisa Tanaman
Sisa tanaman
mengandung unsur hara yang cukup tinggi, terutama kalium. Untuk sistem
pertanian tradisional (tidak intensif), pengembalian sisa tanaman dapat
mengurangi kebutuhan pemberian pupuk untuk tanaman berikutnya sebanyak 50%
untuk K, 30% P, dan N sampai 90% tergantung jenis tanamannya. Karena itu sisa tanaman (jerami, batang
jagung) perlu dikembalikan ke lahan pertanian.
Pemupukan dasar dilakukan
agar benih yang tersebar bisa tumbuh dengan baik. pemupukan dasar lebih baik
dilakukan dengan pupuk organik. Pupuk organik yang dapat dipilih untuk membantu
mengoptimalkan pertumbuhan tanaman sorgum yaitu GDM SaMe Granule Bio Organik,
GDM Black BOS, dan juga Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan. GDM SaMe Granule Bio Organik
mengandung 6 jenis bakteri premium yang memiliki fungsi ganda. Unsur hara makro
dan mikro-nya berfungsi sebagai pupuk untuk menutrisi tanaman, sedangkan 6
jenis bakterinya berfungsi untuk menghasilkan enzim, hormon, dan antibiotik
alami untuk meningkatkan pertumbuhan, produktivitas dan imunitas.
GDM Black BOS juga menjadi
salah satu kombinasi terbaik bersama dengan GDM SaMe, GDM Black BOS sendiri
mengandung 4 macam bakteri menguntungkan yang secara enzimatis dan sinergis
menguraikan berbagai residu dan limbah serta mengembalikan kondisi tanah
menjadi subur kembali. Dalam waktu 3 bulan mampu menurunkan cemaran logam berat
Timbal (Pb) dan Kromium (Cr) hingga lebih dari 80%. Selain mengMenggunakan
kedua pupuk di atas, untuk memaksimalkan tanaman mentimun bertumbuh optimal
diperlukan juga Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan. Pupuk Organik
Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan Bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan dan
perkembangan akar tanaman, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit,
serta meningkatkan hasil produksi tanaman.
Pupuk Organik Cair GDM
Spesialis Tanaman Pangan dapat menunjang perbanyakan anakan tanaman,
meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit, serta dapat meningkatkan
produksi hingga 50%. Untuk pemupukan rutin tanaman sorgum perhatikan langkah-langkah berikut:
1. Pemupukan HST 10
Menggunakan Pupuk Organik
Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan sebanyak 8 liter dengan dengan masing-masing
500ml atau 2 gelas air mineral per tangki kemudian disemprot secara merata di
seluruh tanaman.
2. Pemupukan HST 17
Menggunakan Pupuk Organik
Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan sebanyak 8 liter dengan dengan masing-masing
500ml atau 2 gelas air mineral per tangki kemudian disemprot secara merata di
seluruh tanaman.
3. Pemupukan HST 21
Menggunakan Pupuk Organik
Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan sebanyak 8 liter dengan dengan masing-masing
500ml atau 2 gelas air mineral per tangki kemudian disemprot secara merata di
seluruh tanaman.
4. Pemupukan HST 28
Menggunakan Pupuk Organik
Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan sebanyak 8 liter dengan dengan masing-masing
500ml atau 2 gelas air mineral per tangki kemudian disemprot secara merata di
seluruh tanaman.
5. Pemupukan HST 30
Menggunakan GDM SaMe sebanyak
100kg kemudian disebar secara merata pada tanah. Lalu Menggunakan GDM Black
Bos sebanyak 5kg dengan masing-masing 1 gelas air mineral per tangki yang
disemprot merata ke sekitar perakaran.
6. Pemupukan HST 35
Menggunakan Pupuk Organik
Cair GDM Spesialis Tanaman Pangan sebanyak 8 liter dengan dengan masing-masing
500ml atau 2 gelas air mineral per tangki kemudian disemprot secara merata di
seluruh tanaman.
Kesimpulan takaran pupuk N
optimum untuk sorgum adalah 90 kg N/ha. Pada lahan kering, penggunaan pupuk N
tidak lebih dari 100 kg/ha, sedangkan pada lahan cukup air dapat mencapai 135
kg/ha.
B. Pengaturan
Jarak Tanam dan Pengolahan
Lahan Budidaya Sorgum
Sebelum mulai menanam sorgum,
sebaiknya kita menyiapkan tanah yang akan digunakan sebagai media tanam sorgum.
Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya atau gulma tanaman perdu
yang dapat mengganggu pengolahan tanah. Pengolahan tanah dimaksudkan untuk
menggemburkan tanah, meningkatkan aerasi tanah dan mengendalikan gulma. Pada lahan yang tingkat
ketersediaan airnya cukup atau beririgasi, pengolahan tanah dapat dilakukan
secara optimum, yaitu dibajak dua kali dan di garu satu kali. Setelah tanah
diratakan, dibuat beberapa saluran drainase, baik di tengah maupun di pinggir
lahan. Untuk
lahan yang mengandalkan residu air tanah, pengolahan hanya dilakukan secara
sederhana dengan mencangkul permukaan tanah untuk mematikan gulma. Pengolahan
tanah sederhana efektif menghambat penguapan air tanah. Pengolahan tanah sebaiknya
dilakukan dengan menggunakan GDM Black BOS sebanyak 5 kg dengan takaran 1 gelas
air mineral per tangki kemudian disemprotkan ke tanah dengan kondisi
lembab/basah. Setelah mengMenggunakan GDM Black BOS, Menggunakan juga GDM
SaMe untuk meningkatkan kualitas tanah dan mencegah terjadinya penyakit tular
tanah. Menggunakan GDM SaMe sebanyak 150 kg dan cukup disebar merata di tanah
yang akan ditanam sorgum.
Sorgum dapat ditanam di
berbagai musim asalkan pada saat tanaman muda, tidak tergenang atau tidak
kekeringan. Waktu tanam yang baik untuk tanaman sorgum dilakukan pada
akhir musim hujan atau awal musim kemarau untuk lebih memaksimalkan hasil
produksi panen. Buat lubang tanam dengan jarak antar tanam disesuaikan dengan
varietas yang diMenggunakan. Kedalaman lubang tanam tidak lebih
dari 5 cm.Setiap lubang tanam diisi 3 – 4 benih, kemudian ditutup dengan tanah
ringan atau pupuk organic. Jarak antar tanaman 75 X 25 Cm atau
75 X 20 Cm dengan masing-masing 2 tanaman per lubang. Penutupan lubang tanam dengan
pupuk organik atau abu atau tanah ringan memudahkan benih tumbuh, 5 hari
setelah tanam. Pada umur 2-3 minggu setelah tanam dapat dilakukan
penjarangan tanaman dengan meninggalkan dua tanaman/rumpun.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Budi daya Sorgum
sebagai sumber pangan, pakan ternak, bahan baku industri
untuk masa depan
Indonesia.www.budidayasorgum.com.
Anonim. 2013. Budi daya tanaman
sorgum manis (Sorghum bicolor). www.anakagrnomy.com.
Balitsereal. 2009. Deskripsi varietas
jagung, sorgum dan gandum. Balai Penelitian Tanaman
Serealia, Badan Litbang
Pertanian.
ICRISAT. 2013. Sorghum (Sorghum
bicolor (L.) Moench). International Crops Research
Institute for the Semi-Arid
Tropics. www.icrisat.org.
Ismail, C. dan A. Ispandi. 1996.
Perakitan paket teknologi budi daya sorgum pada lahan
marginal di Jawa Timur. Dalam
Sudaryono, A. Sumantri, A. Saleh, J. A. Beti, dan A.
Winarto (Eds.) Risalah
Simposium Prospek Tanaman Sorgum untuk Pengembangan
Agro-industri. Balai Penelitian Tanaman
Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Malang.
Suwondo, B.I. 2011. Budi daya sorgum
merah berbatang manis sebagai bahan pangan, pakan,
dan energi. Sarottama Dharma
Kalpariksa. www.sarottamagroups.com
OLEH :
Nama : M. Mustofa Hidayat
NIM : A0B021054
Program Studi : Dasar-dasar Agronomi
Dosen Pengampu : Ratri Noor Hidayah, S.P., M.Sc
Komentar
Posting Komentar